Rabu, 17 Januari 2024

Ansor Patebon Perkuat Pemilih Berkualitas



Patebon, pcnukendal.id – Ibarat peribahasa sambil menyelam minum air, Rabu (2/5) Peringatan Harlah Ansor ke-84 Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Patebon diisi dengan kegiatan mujalasah sekaligus sosialisasi pendidikan pemilih dalam rangka menyambut Pilgub Jateng Tahun 2018.

Kegiatan yang dihadiri oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang berada di kecamatan Patebon ini diselenggarakan di Serambi Masjid Al Hidayah Desa Bangunsari, desa dimana berdekatan dengan pesisir utara pantai jawa. Diharapkan nantinya dari kegiatan ini, disamping mempererat ukhuwah jam’iyyah kepemudaan Ansor juga dapat memberi pemahaman pentingnya partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi yang sebentar lagi akan digelar.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini menjadi media yang tepat untuk mengampanyekan “NO GOLPUT” bagi para kader pemuda ansor dan pemilih pemula yang berada di wilayah Patebon. Lebih dari 80 anggota Ansor pun antusias dalam acara Harlah Ansor yang disertai kegiatan sosialisasi ini. Dalam rangka sosialisasi dan pencerdasan pemilih, PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) membagikan selebaran berisi petunjuk maupun informasi berkaitan dengan pasangan calon gubernur maupun wakil dan waktu pelaksanaaan dari pilgub ini.

“Kami menggandeng komisioner PPK dengan maksud dan tujuan menegaskan bahwa Ansor tidak berpolitik praktis, kita dimana-mana tapi tidak kemana-mana, organisasiku tidak didol, silahkan sahabat-sahabat berpolitik atas nama pribadi, bukan organisasi,” sambut ketua PAC GP Ansor Patebon, sahabat Akhmad Sodiq, didampingi seluruh jajaran banom NU dalam sambutannya.

Sodiq mengatakan bahwa sesuai khittah NU, warga Nahdliyin tidak berpolitik praktis, namun tetap memiliki hak berpolitik. Jam’iyyah sebesar NU bakal kocar-kacir tentunya jika digiring ke ranah politik praktis yang justru malah membahayakan organisasi sendiri.

Tak hanya itu, agenda yang merupakan hasil kerja sama GP Ansor Patebon dan PPK kec. Patebon, sangat tepat mengingat pemilih dari golongan muda cukup mendominasi dalam setiap pemilihan umum. Kegiatan ini juga berguna untuk mendorong dan mengajak para pemuda untuk tidak mudah terhasut dengan berita hoaks berkaitan dengan kampanye kedua calon.

Dengan mengusung tema, becik tur nyenengke, oleh KPU Jateng, GP Ansor Kec. Patebon siap menyukseskan gelaran pesta demokrasi pada bulan Juni mendatang, Ora Nyoblos Ora Joss. (M. Kridaanto)

Sumber : https://pcnukendal.com/ansor-patebon-perkuat-pemilih-berkualitas/
Tanggal Rilis : 05/2018

Refleksi Isra’ Mi’raj, Ansor Patebon Ngaji Kitab Sullam Taufiq



Kendal, pcnukendal.id – Majelis Rijalul Ansor Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah menggelar refleksi peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Mushola Assalam Desa Kebonharjo, Rabu (11/4).

Acara yang dimulai setelah kegiatan shalat Isya berjamaah ini dihadiri pengurus dan anggota Ansor dan Banser se-Kecamatan Patebon. Pada kesempatan tersebut, kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan shalawat.

Tampil sebagai penceramah yakni Kiai Muhammad Adib dan memberikan pemahaman mengenai fiqih shalat dalam kitab Sullam Taufiq karya Syaikh Nawawi Al-Bantani.

“Shalat merupakan tiang agama yang menjadi perintah dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad dan umatnya melalui peristiwa Isra’ Mi’raj,” katanya di hadapan jamaah.

Tidak semata mengetahui waktu shalat, yang juga sangat penting dipahami adalah sejumlah rukun yang melingkupi kewajiban tersebut. “Dan lewat karya Syaikh Nawawi Al-Bantani ini kaum Muslimin dapat mempelajari rukun dan syarat yang ada,” ungkapnya.

Akhmad Sodiq selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Patebon mengatakan bahwa Majelis Rijalul Ansor di kawasannya mengadakan rutinan setiap dua bulan sekali.

“Kegiatan tersebut dalam rangka melestarikan nilai-nilai keaswajaan baik melalui kegiatan yasinan, tahlilan, maulid, manaqib, dan kajian kitab kuning untuk menambah keilmuan para kader,” tandasnya. (Kridaanto)

Sumber : 
https://pcnukendal.com/refleksi-isra-miraj-ansor-patebon-ngaji-kitab-sullam-taufiq/

Tanggal : 04/
2018

Senin, 06 November 2023

Pemilu, Kursi, dan Roda Kepemimpinan



 Oleh : Muhammad Kridaanto*)

Menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2024 yakni pada 14 Februari 2024 yang tinggal beberapa bulan lagi, suasana hangat iklim politik akhir-akhir ini sejalan dengan panasnya suhu udara di sekitar kita.

Pemilu sebagai bagian dari proses demokrasi menjadi sarana sah untuk memilih pemimpin di ranah eksekutif dan wakil-wakil di bidang legislatif. Perbedaan pilihan adalah keniscayaan yang harus diterima dengan budaya saling menghormati dan menghargai pilihan orang lain.

Dilansir dari laman resmi KPU https://www.kpu.go.id, Ketua KPU Republik Indonesia Hasyim Asy’ari mengajak semua elemen bangsa untuk bersama-sama menjadikan “Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa”, sekaligus menjadikan ini sebagai slogan yang digaungkan KPU untuk Pemilu 2024. Sebuah pemaknaan bahwa pemilu adalah arena kompetisi, arena konflik yang sah dan legal sebagai wujud dari kemajemukan dan Bhinneka Tunggal Ika dengan menjadikan proses demokrasi lima tahunan ini menjadi sarana integrasi bangsa.

Pemilu memang menjadi sarana kontestasi antar para calon untuk merebut atau mempertahankan kursi. Eddy Supriyatna (2013: 58) menerangkan dalam konteks sosial, kursi adalah atribut yang digunakan untuk menampilkan status sosial, prestise, dan gengsi para pemiliknya. Kursi dalam konteks politik dikonotasikan sebagai simbol kedudukan, tahta, atau kekuasaan. Selayaknya sebagai pengingat bahwa kursi atau kedudukan ini tak lantas berhenti pada tujuan tergapai kekuasaan, tetapi lebih mendalam lagi mengenai kepemimpinan dan kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin.

Moral Politik dalam Perspektif NU

Dalam euforia menyambut pesta demokrasi dan ramai baliho gambar calon legislatif (Caleg) maupun Capres tersebar di berbagai penjuru tempat. Ada kerinduan sekaligus rasa skeptis mengenai sosok pemimpin ideal dalam kondisi krisis multidimensional yang melanda. Di tengah manuver, obsesi, dan janji politik yang sekedar menjadi alat persuasi untuk meyakinkan masyarakat. Sementara orientasi kekuasaan dan kehendak menguasai menjadi tujuan dangkal yang ingin dicapai.

Setyo Wibowo (2014: 278) menangkap salah satu akarnya adalah kita kehilangan figur/teladan yang punya wibawa, para pemimpin sejati (seperti Mohammad Hatta, Gus Dur, Nurcholish Madjid), yang mempunyai komitmen, jujur, berani, memiliki kontribusi nyata dalam hidup. Pendek kata idealisasi pemimpin yang dapat mentransformasikan berbagai realitas rakyat secara arif, bijak, dan bertanggung jawab.

Angin segar muncul dari hasil Sidang Komisi Rekomendasi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2023 yang digelar bulan September 2023 di Kompleks Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Dalam Munas ini salah satunya menghasilkan rekomendasi pedoman berpolitik bagi warga NU dan terkait penyelenggaraan Pemilu 2024 yang termuat di laman NU Online https://www.nu.or.id.

Dalam pandangan NU, doktrin wujub nashbil imam (kewajiban mengangkat pemimpin/penguasa) bukan sekedar bermakna tindakan memilih penguasa/kepala negara saja, melainkan lebih luas lagi: yaitu partisipasi warga secara aktif dalam politik dalam pengertian seluas-luasnya, sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang warga negara dalam pembangunan kehidupan umum yang lebih bermaslahah, berkeadilan, dan demokratis sesuai dengan ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah.

Munas NU juga menegaskan dalam menghadapi Pemilu mendatang, baik Pileg atau Pilpres, warga NU seharusnya berpegang kepada sembilan butir pedoman berpolitik yang sudah dirumuskan dalam Muktamar NU ke-28 pada 1989 di Krapyak. Sembilan butir pedoman politik tersebut yaitu: Pertama, berpolitik bagi NU mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, politik bagi NU merupakan politik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integrasi bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur lahir dan batin, dan dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan di dunia dan kehidupan di akhirat.

Ketiga, politik bagi NU merupakan pengembangan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, mendidik kedewasaan bangsa untuk menyadari hak, kewajiban, dan tanggungjawab untuk mencapai kemaslahatan bersama.

Keempat, berpolitik bagi NU harus dilakukan dengan moral, etika, dan budaya, berketuhanan yang Maha Esa, berperikemanusiaan yang adil dan beradab, menjunjung tinggi persatusan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh khikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kelima, berpolitik bagi NU harus dilakukan dengan kejujuran murni dan moral agama, konstitusional, adil, sesuai dengan petaturan, dan norma-norma yang disepakati, serta dapat mengembangkan mekanisme musyawarah dalam memecahkan masalah bersama.

Keenam, berpolitik bagi NU dilakukan untuk memperkokoh konsensus nasional dan dilakukan sesuai dengan ahlaqul karimah sebagaimana pengamalan ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah.

Ketujuh, berpolitik bagi NU, dengan dalil apa pun tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah belah persatuan.

Kedelapan, perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi politik warga NU harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan, tawadlu’, dan saling menghargai satu sama lain, sehingga di dalam politik itu tetap terjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Kesembilan, berpolitik bagi NU menuntut adanya komunikasi kemasyarakatan timbal balik dalam pembangunan nasional untuk memungkinkan iklim yang memungkinkan perkembangan organisasi kemasyarakatan yang lebih mandiri dan mampu melaksanakan fungsinya sebagai sarana masyarakat untuk berserikat, menyalurkan aspirasi serta berpartisipasi dalam pembangunan.

Hasil rekomendasi ini menjadi oase dan rambu-rambu ihwal pedoman berpolitik warga NU sekaligus memberikan gambaran kepemimpinan yang berorientasi tercapainya kemaslahatan bersama.

KH. Marzuqi Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur dalam kanal youtube menyampaikan pesan penting merespon Pilpres 2024. Beliau menceritakan wawasan historis saat dahulu Mbah KH. Wahab Hasbullah pernah ikut dalam koalisi Nasakom, dengan tugas untuk merangkul dan mengemong warga Indonesia yang terlalu kiri, perlahan-lahan diajak untuk bergeser ke tengah. Hari ini anak cucu yang dulu eks ’65 sekarang sudah salat bahkan mondok di pondok pesantren, demikian ini dikatakan oleh KH. Marzuqi Mustamar.

Sosok Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari pernah ikut Masyumi, beliau menjadi tokoh Masyumi, dengan tujuan merangkul warga Indonesia yang kanan, untuk diajak mencintai NKRI dan Pancasila. Jadi, kiai-kiai NU mengejawantahkan politik pada hakekat prinsip al-muhafadzatuddin (menjaga agama) dan menjaga persaudaraan, dengan ukhuwah nahdliyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah basyariyah untuk tetap berpegang menuju politik kebangsaan. Yang kaum kiri diajak salat dan tahlilan, yang kanan bisa mencintai NKRI dan Pancasila. Inilah yang menjadikan di negara Indonesia tetap rukun, lebih mengedepankan musyawarah dan menjaga persaudaraan.

Tanggung Jawab Kepemimpinan

Politik dan kepemimpinan bukan hanya perkara soal kursi dan kekuasaan saja. Rasulullah SAW mengingatkan kita mengenai tanggung jawab dan menjaga integritas sebagai seorang pemimpin, yang termaktub dalam hadist: Kullukum ra’in wakullukum mas`ulun an raiyyatihi (setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang bagaimana kepemimpinannya).

Tentu hal ini menjadi catatan penting bagi kita semua, khususnya kontestan yang akan berlaga di Pemilu 2024 untuk tidak terlalu gila kursi serta memahami bahwa setiap kekuasaan akan dimintai pertanggungjawaban.

Seperti halnya roda, terkadang di bawah dan atas, kadang dipakai kadang dibuang, semua akan ada masa kejadiannya. Kursi, kekuasaan, kepemimpinan memiliki tenggat waktu, masa aktif, dan durasi. Tak elok jika menganggap kekuasaan yang berada di tangan akan abadi, apalagi menganggap tak akan terganti dengan kepongahan yang makin menjadi, seperti dalam kisah ketakaburan Fir’aun.

Tulisan KH. A. Mustofa Bisri dalam buku Pesan Islam Sehari-Hari, beliau mengajak kita merenungkan syair Arab mengenai kekuasaan ini. Idzaa hamalta ila qubuuri janaazatan, Fa’lam biannaka ba'daha mahmuulu, Wa idzaa wuliita umuura qaumin saa’atan, Fa’lam biannaka ba'daha ma’zuulu.

(Apabila suatu ketika kau memikul keranda ke kuburan, Ingatlah bahwa sesudah itu kau akan dipikul pula. Dan bila kau diserahi sesuatu kekuasaan atas kaum, Ketahuilah suatu saat kau akan diberhentikan juga).

Perlu menata niat kembali bahwa mendapat kekuasaan artinya menjalankan amanah sebagaimana dicontohkan pada akhlak Nabi. Menjadi pemimpin yang mentransformasi realitas dan suara hati rakyat, yang jujur, adil didasari moralitas agama, konstitusional, dan pengambilan kebijakan yang penuh kebijaksanaan. Setiap kepemimpinan akan mendapat penilaian dan dimintai pertanggungjawaban di dunia maupun akhirat. Mengutip prinsip dari Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bahwa yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.

Semoga kita senantiasa diberi petunjuk dan penjagaan Allah SWT untuk menjaga komitmen sebagai seorang pemimpin yang berintegritas, baik dalam lingkup individu, keluarga maupun masyarakat luas. Aamiin ya Robbal ‘alamin.

Referensi:

Amaliyah, Suci. 2023. Rekomendasi Munas-Konbes NU 2023 soal Politik Warga NU, Konflik Rempang, dan Problem Global. Diakses pada 9 Oktober 2023, dari https://www.nu.or.id/nasional/rekomendasi-munas-konbes-nu-2023-soal-politik-warga-nu-konflik-rempang-dan-problem-global-85cDH

Bisri, A. Mustofa. 2018. Pesan Islam Sehari-hari. Yogyakarta: Penerbit Laksana. 

Humas KPU RI. 2022. Komitmen Jadikan Pemilu Sarana Integrasi Bangsa. Diakses pada 10 Oktober 2023, dari https://www.kpu.go.id/berita/baca/10581/komitmen-jadikan-pemilu-sarana-integrasi-bangsa

Mahbub, Moh. 2023. NU Tulang Punggung Negara. Yogyakarta: Sulur Pustaka.

Marizar, E. S. 2013. Kursi Kekuasaan Jawa. Yogyakarta: Penerbit NARASI.

Mustamar, Marzuki. "Merespon Pilpres 2024”. Diunggah pada 4 Oktober 2023, dari https://www.youtube.com/watch?v=w7iOJGz4v3k

Wibowo, A Setyo Dan Haryanto Cahyadi. 2014. Mendidik Pemimpin dan Negarawan. Yogyakarta: Penerbit Lamalera.

*Penulis adalah Koord. Bidang Penulisan Artikel Nahdlatul Ulama Kendal Online (NUKO) dan Wakil Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Patebon


Link artikel publikasi dari: https://pcnukendal.com/artikel/id/20231017001/pemilu_kursi_dan_roda_kepemimpinan 

Senin, 09 Januari 2023

NUKO: Merawat Tradisi dan Membangun Modernitas


Oleh :
Muhammad Kridaanto

Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU Kendal Online (NUKO) yang ke-3 memberi refleksi menarik mengenai pesatnya perkembangan media milik PCNU Kendal. Website resmi PCNU Kendal www.pcnukendal.com dikelola oleh tim media NUKO Production di bawah manajemen PC LDNU Kendal. Publikasi berita kegiatan, opini, khutbah, bahtsul masail, artikel dan tulisan lainnya menjadi bukti keaktifan kegiatan maupun pemikiran organisasi NU beserta badan otonom di Kabupaten Kendal.

Selain kaidah jurnalistik yang memperhatikan unsur 5W1H (What, Who, Where, When, Why, dan How), berita NUKO juga memiliki unsur tambahan “S” atau security. Yakni rasa tanggung jawab sosial karena yang dikabarkan bersinggungan dengan kondisi sosial masyarakat di akar rumput, memiliki unsur konstruktif dan bernapaskan nilai-nilai ke-Aswaja-an dan kebangsaan.

Seperti disinggung oleh Sekretaris NUKO, Moh Fatkhurahman dalam tulisan https://pcnukendal.com/kado-harlah-ketiga-nuko-memperkuat-pasukan-berita-dan-penulis/, hasrat mengembangkan kreativitas dalam dunia tulis-menulis dimiliki banyak orang. Namun, tidak semua orang dapat dengan mudah menuangkan pemikiran dan pendapatnya melalui tulisan. Padahal tulisan akan menjadi prasasti yang abadi apalagi jika tulisan tersebut berisi pemikiran dan ide yang bermanfaat bagi masyarakat. Seperti sebuah pepatah yang patut direnungkan, “Orang berpengetahuan tetapi tidak mampu menulis ibarat pohon tumbuh subur tetapi tak berbuah.”

Media Komunikasi Masyarakat

Seiring perkembangan zaman, media digital memberikan kemudahan dan kecepatan akses sehingga menjadi primadona masyarakat. Media digital yang berasal dari embrio citizen journalism (jurnalisme warga) kini sangat mudah dijumpai terutama di media sosial. Informasi dan berita terkini bukan lagi menjadi barang mewah melalui media koran  dan majalah. Tetapi sekarang dapat secara cepat dan gratis diakses di setiap pintu rumah dengan jaringan internet.

Dengan cakupan yang sangat luas, NUKO pun bertransformasi menjadi media digital yang mudah diakses bukan hanya oleh masyarakat Kendal, tetapi oleh berbagai masyarakat dari beragam kota bahkan negara.


Pertalian Tradisi Klasik dan Modernitas

Ada hal yang menarik dalam peringatan Harlah NUKO ke-3. Pada kegiatan itu ada acara pemotongan nasi tumpeng dan kue tart oleh Ketua NUKO, KH Moh Muzakka Mussaif. Nasi tumpeng yang terdiri dari nasi kuning dibentuk kerucut beserta lauk-pauknya, identik dengan syukuran tradisional bergaya Jawa. Bentuknya yang mengerucut menjadi simbol hubungan manusia dengan sang pencipta. Nasi tumpeng sebagai lambang rasa syukur kepada Allah SWT. Dalam kesempatan ini disediakan 3  nasi tumpeng, sebagai simbol ulang tahun NUKO yang ke-3.

Tak hanya nasi tumpeng, ada pula prosesi pemotongan kue tart ulang tahun. Kue tart yang identik dengan lambang kemodernan membawa angin segar  dan serasi dengan keberadaan nasi tumpeng.

Sekretaris NUKO, Moh Fatkhurahman mengungkapkan ini adalah simbol bahwa NUKO menjadi wadah bersama bagi generasi tua dan generasi muda yang masuk pada tataran peradaban apapun, bisa masuk dalam tradisi klasik maupun modern. Tanda bahwa NUKO terus bergerak menjaga tradisi tradisional dan ikut maju membangun modernitas.

Ekosistem Digital yang Progresif

Peletakkan batu ekosistem digital memang telah dilakukan tiga tahun yang lalu, dilanjutkan dengan kerja-kerja bersama membangun rumah besar NUKO. Penulis yang dulu aktif sebagai kontributor di NU Online dan menulis di kolom media massa saat berkuliah di Semarang tetapi sempat vakum beberapa tahun karena menyelesaikan tugas akhir kuliah, akhirnya pulang kampung dan kembali ke Kendal. Dengan melihat potensi NUKO, muncul ketertarikan untuk sedikit berkontribusi dengan mengirimkan berita kegiatan dari ranting maupun anak cabang di Ansor khususnya wilayah Patebon.

Pelatihan jurnalistik dan berbagai event yang digelar menjadi geliat perkembangan NUKO secara konsisten. Bersama Ketua KH Moh Muzakka Mussaif, Sekretaris Moh Fatkhurahman dan seluruh tim NUKO, tahun-tahun selanjutnya NUKO akan menjadi rujukan yang komplit dengan isi tulisan yang semakin banyak, memiliki karakter, dan  melahirkan kontributor-kontributor baru.

Mengutip buku Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan, Rusdi Mathari mengungkapkan bahwa dalam karya jurnalistik tidak ada kata yang tidak direncanakan dan tidak ada wartawan/penulis yang tidak bermaksud untuk memengaruhi orang lain dari apa yang mereka publikasikan melalui tulisan atau siaran. NU Kendal Online dengan misi Dakwah Digital Rahmatan lil ‘alamiin menjaga koridor langkah dan gerak sebagai media dakwah resmi PCNU Kabupaten Kendal.

Ucapan selamat dan syukur atas peringatan Harlah NUKO yang ke-3 tentu menjadi spirit untuk terus berbenah dan berperan dalam meramaikan jagat digital. Perkembangan jurnalistik yang progresif baik secara kualitas dan kuantitas dengan langkah untuk mencapai Satu Desa Satu Kontributor tentu menjadi orientasi dan arah ke depan. Selamat Harlah NU Kendal Online dan semoga makin progresif!

Penulis adalah Kontributor NU Kendal Online tinggal di Desa Jambearum dan Wakil Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Patebon bidang Siber Ansor.

Tulisan ini dipublikasikan di Website NU Kendal Online tanggal 7 April 2022 

https://pcnukendal.com/nuko-merawat-tradisi-dan-membangun-modernitas/ 

Minggu, 05 Agustus 2018

SIDANG PARIPURNA HUT KENDAL 413, BUPATI SAMPAIKAN SEDERET WARGA BERPRESTASI



Ini adalah berita yang saya salin dari website resmi Pemerintah Kabupaten Kendal dalam rangka Peringatan HUT Kendal Ke-413.

Dalam kegiatan ini diundang pula insan-insan berprestasi dari Kabupaten Kendal. Alhamdulillah, tim kami menjadi salah satu yang beruntung berada dalam barisan ini. Berikut berita lengkapnya:

Bupati dan Ketua DPRD Kab. Kendal
bersama para insan berprestasi Kab. Kendal



KENDAL - Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kendal dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-413, Jumat (27/7/2018) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kendal, Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si menyampaikan sederet warga masyarakat Kabupaten Kendal yang berprestasi baik tingkat provinsi maupun nasional.

Bupati Mirna menyampaikan kebanggaannya karena Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal telah mendapatkan beberapa penghargaan baik ditingkat Provinsi, Nasional maupun Internasional.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal maupun pribadi, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas prestasi insan-insan masyarakat Kabupaten Kendal, yang telah membawa nama harum Kabupaten Kendal," sampainya.

"Perkenankanlah juga saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas prestasi insan-insan masyarakat Kendal, yang telah berprestasi di Tingkat Kabupaten Kendal, semoga prestasi ini terus ditingkatkan yang lebih tinggi lagi baik Tingkat Propinsi, Nasional maupun Internasional," tambah Bupati Mirna.

Berikut nama - nama warga Kabupaten Kendal berprestasi :
  1. Mayssa Niwandha K, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara I Kejuaraan Taekwondo Tingkat Nasional Tahun 2018;
  2. Romdhonah, S.Pd,M.Pd, Guru SMP Negeri I Weleri, Finalis Perlombaan Inovasi Pembelajaran Guru Smp Tingkat Nasional Tahun 2017 di Bali;
  3. M. Valerian Laksana, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara II Kejuaran Taekwondo Tingkat Nasional Tahun 2018;
  4. Hani Rofikoh, Siswa SMA Negeri 1 Pegandon, Juara II Lompat Tinggi POPNAS Tahun 2017, dan Juara II Lompat Tinggi Kejurnas Atletik Tahun 2018;
  5. Nurul Janah, Siswa SDNegeri 3 Kedungsureen, Juara III USM Championship Tingkat Nasional Tahun 2018;
  6. Ivandra Aldani, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara III Kejuaraan Taekwondo Tingkat Nasional 2018;
  7. Themis Tsabita Alfath A.G, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara III Kejuaran Taekwondo Tingkat Nasional Tahun 2018;
  8. Tim Siswa SMP Negeri I Limbangan, Juara Harapan I Tingkat Nasional Lomba Festival Keroncong Remaja;
  9. Adinda Zaskia Azahra, Siswa SDNegeri 2 Karanganom, Juara I Formula One Tingkat Provinsi Jawa Tengah;
  10. Nadia Nur Aulia Afandi, Siswa SD Negeri 2 Kutoharjo Kaliwungu, Juara I PMR Tingkat Propinsi Jateng;
  11. Mulya Arrahma Finisya dan Lina Ludfi Triana, Siswa SMP Negeri I Brangsong, Juara I Bola Voli Pasir Tingkat Propinsi Tahun 2018;
  12. Kautsar Daffa Sudiraharjana, Siswa SMP Negeri I Brangsong, Juara I Jumbara PMI Tingkat Propinsi Tahun 2017;
  13. Pinkan Ratih Susanto, Siswa SMP Negeri I Cepiring, Juara I Kyorugi Kadet U-34kg Putri Pelagan Open Taekwondo Championship 2018 Se-Jawa Tengah;
  14. Lina Ludfi Triana, Siswa SMP Negeri I Brangsong, Juara I POPDA Atletik (Lempar Lembing) Tahun 2017;
  15. Adrian Firmansyah, Siswa SMP Negeri I Brangsong Juara I Popda Taekwondo Tahun 2017;
  16. Riki Adi Saputra, Siswa SMP Negeri I Kaliwungu, Juara I Popda SMP Cabang Gulat Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  17. Muhamad Fallih Mahardika, Siswa SMP Negeri 1 Cepiring, Juara I Liga Bulu Tangkis Jawa-Bali Tahun 2018;
  18. SupriyadiKelompok KB Pria MantapWarga Desa Gebangan Pageruyung, Juara I Lomba Kelompok KB Pria Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  19. Syasa Naila Qonita, Siswa SD I Kebongembong Pageruyung, Juara II Karate Popda 2017;
  20. Farchan Ali Y, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara II Bulutangkis Tingkat Jawa Tengah Tahun 2017;
  21. PIK Remaja Samitra Arsa, Siswa SMA Negeri 2 Kendal, Juara II Lomba PIK Remaja Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  22. Ardila Rahmawati, Siswa SMP Negeri I Brangsong Juara II Popda Taekwondo Tahun 2017;
  23. Meina Tri Kurniasih, Agus Tia Ningsih dan Risma Alfianti, Siswa MAN Kendal, Juara II Lomba MTQ Umum Ke XXVII Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2017;
  24. Binanti Dian Kurniasari,S.Sos dan R.Indah Ristiana D,S.Psi, PLKB Kecamatan Pageruyung, Juara II Rice Cooking Competition (Makanan/Kudapan Dari Beras) Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2017;
  25. Triyas Adi Wicaksana, Siswa SD Negeri 2 SarirejoKecamatan Kaliwungu, Juara III Kejuaran Popda Tenis Meja Tingkat Jawa Tengah 2018;
  26. Nasywa Qothunnada, Siswa SD Negeri 2 Kutoharjo Kaliwungu, Juara III Vokal Rebana Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  27. M.Isnul Marom, Siswa SD I Kebongembong Pageruyung, Juara III Lari 60 M Popda;
  28. Nofa Febriana Ramadhan, Siswa SMP Negeri I Brangsong, Juara III Kejurda Gulat Kadet dan Remaja Tingkat Propinsi Tahun 2018;
  29. M. Mirza Lutfurruhman, Siswa SMP Negeri I Brangsong, Juara III Popda Karate Tahun 2017;
  30. Alfina Damayanti, Siswa SMP Negeri I Brangsong Juara III Popda Karate Tahun 2017;
  31. Sabrina Salsabila, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara III Modelling Tingkat Jawa Tengah-DIY Tahun 2017;
  32. Dito Rizki Pramudya, Siswa SMP Negeri 1 Boja, Juara III Popda Tingkat Jawa Tengah Tahun 2018;
  33. Akhmad Bariq Taqiyyudin, Siswa SD Negeri 3 Cepiring, Juara I Bulutangkis Tunggal Dini Putra Utama Se-Kota Semarang Tahun 2017;
  34. Nafa Annaila Rachma, Siswa SDNegeri Ngasinan, Juara II Voly Putri Tingkat Karesidenan Semarang;
  35. Dr. Sulasih, Kepala Puskesmas Pageruyung, Dokter Teladan Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2018;
  36. Suryo SM, Warga Desa Korowelanganyar Cepiring, Juara III Lomba Motivator KB Pria Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  37. Wuryanti dan Komsatun, Tokoh Masyarakat Kecamatan SingorojoJuara III Tokoh Lomba Bina Keluarga Lansia Tingkat Propinsi
  38. BKL Sekar MelatiWarga Dusun Patukan Ngareanak Singorojo, Juara III Lomba BKL Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  39. Kurnia Fajarwati; Eri Fathur Rohim HS; Ilham Ridho Afrizal, dan Wahyu Dian Susanto, Siswa SMK Bina Utama Kendal, Juara Favorit Lomba Krenova Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2018;
  40. Mayang Nydia Nariswari; Tsabitah Dea Azzahra, dan Khairul Amin, Siswa SMA Negeri I Boja, Juara Favorit Lomba Krenova Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2017;
  41. M Arif Rohman Hakim dan Muhammad Kridaanto, Juara Favorit Lomba Krenova Tingkat Jawa Tengah Tahun 2018;
  42. Niken Putri, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Penampilan Terbaik Modelling Tingkat Jawa Tengah-DIY Tahun 2017;
  43. Thalitha Azzahra, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Penampilan Terbaik Modelling Tingkat Jawa Tengah-DIY Tahun 2017;
  44. Khansa Aribah, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Fotogenik Modelling Tingkat Jawa Tengah-DIY Tahun 2017;
  45. Desmonda Azarine, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Peringkat Citra Budaya Modelling Tingkat Jawa Tengah-DIY Tahun 2018;
  46. LPPL Radio Swara Kendal, Nominasi 3 (Tiga) Besar Penyelenggara LPPL Radio Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  47. Agus Budiantoro, KSP Mitra Artha Modern Kecamatan Sukorejo, Juara III Lomba Business Plan Tingkat Provinsi Jawa Tengah



Dilanjutkan Bupati, rapat paripurna tersebut menjadi sangat istimewa ketika seluruh jajaran stakeholder yang ada di Kendal, baik pemerintah, swasta, serta seluruh elemen masyarakat yang ada mampu melakukan refleksi, betapa setiap waktu yang telah kita lewati dengan penuh perjuangan demi perwujudan cita-cita bersama untuk mencapai kehidupan dan masa depan Kabupaten Kendal yang lebih baik lagi. Harapan bersama hasil refleksi saat ini membawa semangat perubahan dan pembenahan bagi Kabupaten Kendal, dengan tetap menjaga suasana yang kondusif, karena dalam suasana yang aman, tenteram dan damai, kita dapat melaksanakan tahapan pembangunan dengan aman, lancar dan sukses.

Rentang sejarah 413 tahun, para tokoh pemimpin dan pejuang Kendal telah berkarya silih berganti. Setiap pemerintahan yang berbakti kala itu telah bekerja keras dan bertekad membangun daerah ini ke arah yang lebih baik, demi mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat dan Pemkab Kendal patut berbangga terhadap mereka, kita berikan penghargaan yang tulus atas jasa dan pengabdian para tokoh-tokoh yang berjuang demi pembangunan Kabupaten Kendal.

"Harapan kita bersama, kiranya pengabdian dan hasil karya berharga para tokoh pemimpin dan pejuang Kendal dahulu yang diberikan kepada daerah ini untuk menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi kita sebagai generasi penerus untuk meneruskan dan mewujudkan cita-cita luhur pendiri Kabupaten Kendal," jelasnya.

"Besok hari Sabtu Wage tanggal 28 Juli 2018 sangat penting sekali bagi Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kendal, secara serentak bersama-sama kita akan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal yang ke-413. Tahun ini Kendal telah berusia 413 tahun, sejak didirikan oleh Tumenggung Bahurekso sebagai Bupati Kendal yang pertama," lanjut Bupati.

Terkait Peringatan Hari jadi Kabupaten Kendal yang ke 413, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kendal, Bupati Mirna mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Kendal untuk bersama-sama menorehkan tintakarya nyata dalam lembaran sejarah perjalanan pemerintahan Kabupaten Kendal. Mari bersama-sama satukan tekad untuk berbuat perubahan dalam mewujudkan Kendal Smart City menuju Kendal Bermartabat Permata Pantura. ( Kominfo / heDJ )




Link: https://www.kendalkab.go.id/berita/id/20180727001/sidang_paripurna_hut_kendal_413_bupati_sampaikan_sederet_warga_berprestasi