Senin, 09 Januari 2023

NUKO: Merawat Tradisi dan Membangun Modernitas


Oleh :
Muhammad Kridaanto

Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU Kendal Online (NUKO) yang ke-3 memberi refleksi menarik mengenai pesatnya perkembangan media milik PCNU Kendal. Website resmi PCNU Kendal www.pcnukendal.com dikelola oleh tim media NUKO Production di bawah manajemen PC LDNU Kendal. Publikasi berita kegiatan, opini, khutbah, bahtsul masail, artikel dan tulisan lainnya menjadi bukti keaktifan kegiatan maupun pemikiran organisasi NU beserta badan otonom di Kabupaten Kendal.

Selain kaidah jurnalistik yang memperhatikan unsur 5W1H (What, Who, Where, When, Why, dan How), berita NUKO juga memiliki unsur tambahan “S” atau security. Yakni rasa tanggung jawab sosial karena yang dikabarkan bersinggungan dengan kondisi sosial masyarakat di akar rumput, memiliki unsur konstruktif dan bernapaskan nilai-nilai ke-Aswaja-an dan kebangsaan.

Seperti disinggung oleh Sekretaris NUKO, Moh Fatkhurahman dalam tulisan https://pcnukendal.com/kado-harlah-ketiga-nuko-memperkuat-pasukan-berita-dan-penulis/, hasrat mengembangkan kreativitas dalam dunia tulis-menulis dimiliki banyak orang. Namun, tidak semua orang dapat dengan mudah menuangkan pemikiran dan pendapatnya melalui tulisan. Padahal tulisan akan menjadi prasasti yang abadi apalagi jika tulisan tersebut berisi pemikiran dan ide yang bermanfaat bagi masyarakat. Seperti sebuah pepatah yang patut direnungkan, “Orang berpengetahuan tetapi tidak mampu menulis ibarat pohon tumbuh subur tetapi tak berbuah.”

Media Komunikasi Masyarakat

Seiring perkembangan zaman, media digital memberikan kemudahan dan kecepatan akses sehingga menjadi primadona masyarakat. Media digital yang berasal dari embrio citizen journalism (jurnalisme warga) kini sangat mudah dijumpai terutama di media sosial. Informasi dan berita terkini bukan lagi menjadi barang mewah melalui media koran  dan majalah. Tetapi sekarang dapat secara cepat dan gratis diakses di setiap pintu rumah dengan jaringan internet.

Dengan cakupan yang sangat luas, NUKO pun bertransformasi menjadi media digital yang mudah diakses bukan hanya oleh masyarakat Kendal, tetapi oleh berbagai masyarakat dari beragam kota bahkan negara.


Pertalian Tradisi Klasik dan Modernitas

Ada hal yang menarik dalam peringatan Harlah NUKO ke-3. Pada kegiatan itu ada acara pemotongan nasi tumpeng dan kue tart oleh Ketua NUKO, KH Moh Muzakka Mussaif. Nasi tumpeng yang terdiri dari nasi kuning dibentuk kerucut beserta lauk-pauknya, identik dengan syukuran tradisional bergaya Jawa. Bentuknya yang mengerucut menjadi simbol hubungan manusia dengan sang pencipta. Nasi tumpeng sebagai lambang rasa syukur kepada Allah SWT. Dalam kesempatan ini disediakan 3  nasi tumpeng, sebagai simbol ulang tahun NUKO yang ke-3.

Tak hanya nasi tumpeng, ada pula prosesi pemotongan kue tart ulang tahun. Kue tart yang identik dengan lambang kemodernan membawa angin segar  dan serasi dengan keberadaan nasi tumpeng.

Sekretaris NUKO, Moh Fatkhurahman mengungkapkan ini adalah simbol bahwa NUKO menjadi wadah bersama bagi generasi tua dan generasi muda yang masuk pada tataran peradaban apapun, bisa masuk dalam tradisi klasik maupun modern. Tanda bahwa NUKO terus bergerak menjaga tradisi tradisional dan ikut maju membangun modernitas.

Ekosistem Digital yang Progresif

Peletakkan batu ekosistem digital memang telah dilakukan tiga tahun yang lalu, dilanjutkan dengan kerja-kerja bersama membangun rumah besar NUKO. Penulis yang dulu aktif sebagai kontributor di NU Online dan menulis di kolom media massa saat berkuliah di Semarang tetapi sempat vakum beberapa tahun karena menyelesaikan tugas akhir kuliah, akhirnya pulang kampung dan kembali ke Kendal. Dengan melihat potensi NUKO, muncul ketertarikan untuk sedikit berkontribusi dengan mengirimkan berita kegiatan dari ranting maupun anak cabang di Ansor khususnya wilayah Patebon.

Pelatihan jurnalistik dan berbagai event yang digelar menjadi geliat perkembangan NUKO secara konsisten. Bersama Ketua KH Moh Muzakka Mussaif, Sekretaris Moh Fatkhurahman dan seluruh tim NUKO, tahun-tahun selanjutnya NUKO akan menjadi rujukan yang komplit dengan isi tulisan yang semakin banyak, memiliki karakter, dan  melahirkan kontributor-kontributor baru.

Mengutip buku Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan, Rusdi Mathari mengungkapkan bahwa dalam karya jurnalistik tidak ada kata yang tidak direncanakan dan tidak ada wartawan/penulis yang tidak bermaksud untuk memengaruhi orang lain dari apa yang mereka publikasikan melalui tulisan atau siaran. NU Kendal Online dengan misi Dakwah Digital Rahmatan lil ‘alamiin menjaga koridor langkah dan gerak sebagai media dakwah resmi PCNU Kabupaten Kendal.

Ucapan selamat dan syukur atas peringatan Harlah NUKO yang ke-3 tentu menjadi spirit untuk terus berbenah dan berperan dalam meramaikan jagat digital. Perkembangan jurnalistik yang progresif baik secara kualitas dan kuantitas dengan langkah untuk mencapai Satu Desa Satu Kontributor tentu menjadi orientasi dan arah ke depan. Selamat Harlah NU Kendal Online dan semoga makin progresif!

Penulis adalah Kontributor NU Kendal Online tinggal di Desa Jambearum dan Wakil Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Patebon bidang Siber Ansor.

Tulisan ini dipublikasikan di Website NU Kendal Online tanggal 7 April 2022 

https://pcnukendal.com/nuko-merawat-tradisi-dan-membangun-modernitas/ 

Minggu, 05 Agustus 2018

SIDANG PARIPURNA HUT KENDAL 413, BUPATI SAMPAIKAN SEDERET WARGA BERPRESTASI



Ini adalah berita yang saya salin dari website resmi Pemerintah Kabupaten Kendal dalam rangka Peringatan HUT Kendal Ke-413.

Dalam kegiatan ini diundang pula insan-insan berprestasi dari Kabupaten Kendal. Alhamdulillah, tim kami menjadi salah satu yang beruntung berada dalam barisan ini. Berikut berita lengkapnya:

Bupati dan Ketua DPRD Kab. Kendal
bersama para insan berprestasi Kab. Kendal



KENDAL - Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kendal dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-413, Jumat (27/7/2018) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kendal, Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si menyampaikan sederet warga masyarakat Kabupaten Kendal yang berprestasi baik tingkat provinsi maupun nasional.

Bupati Mirna menyampaikan kebanggaannya karena Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal telah mendapatkan beberapa penghargaan baik ditingkat Provinsi, Nasional maupun Internasional.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal maupun pribadi, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas prestasi insan-insan masyarakat Kabupaten Kendal, yang telah membawa nama harum Kabupaten Kendal," sampainya.

"Perkenankanlah juga saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas prestasi insan-insan masyarakat Kendal, yang telah berprestasi di Tingkat Kabupaten Kendal, semoga prestasi ini terus ditingkatkan yang lebih tinggi lagi baik Tingkat Propinsi, Nasional maupun Internasional," tambah Bupati Mirna.

Berikut nama - nama warga Kabupaten Kendal berprestasi :
  1. Mayssa Niwandha K, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara I Kejuaraan Taekwondo Tingkat Nasional Tahun 2018;
  2. Romdhonah, S.Pd,M.Pd, Guru SMP Negeri I Weleri, Finalis Perlombaan Inovasi Pembelajaran Guru Smp Tingkat Nasional Tahun 2017 di Bali;
  3. M. Valerian Laksana, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara II Kejuaran Taekwondo Tingkat Nasional Tahun 2018;
  4. Hani Rofikoh, Siswa SMA Negeri 1 Pegandon, Juara II Lompat Tinggi POPNAS Tahun 2017, dan Juara II Lompat Tinggi Kejurnas Atletik Tahun 2018;
  5. Nurul Janah, Siswa SDNegeri 3 Kedungsureen, Juara III USM Championship Tingkat Nasional Tahun 2018;
  6. Ivandra Aldani, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara III Kejuaraan Taekwondo Tingkat Nasional 2018;
  7. Themis Tsabita Alfath A.G, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara III Kejuaran Taekwondo Tingkat Nasional Tahun 2018;
  8. Tim Siswa SMP Negeri I Limbangan, Juara Harapan I Tingkat Nasional Lomba Festival Keroncong Remaja;
  9. Adinda Zaskia Azahra, Siswa SDNegeri 2 Karanganom, Juara I Formula One Tingkat Provinsi Jawa Tengah;
  10. Nadia Nur Aulia Afandi, Siswa SD Negeri 2 Kutoharjo Kaliwungu, Juara I PMR Tingkat Propinsi Jateng;
  11. Mulya Arrahma Finisya dan Lina Ludfi Triana, Siswa SMP Negeri I Brangsong, Juara I Bola Voli Pasir Tingkat Propinsi Tahun 2018;
  12. Kautsar Daffa Sudiraharjana, Siswa SMP Negeri I Brangsong, Juara I Jumbara PMI Tingkat Propinsi Tahun 2017;
  13. Pinkan Ratih Susanto, Siswa SMP Negeri I Cepiring, Juara I Kyorugi Kadet U-34kg Putri Pelagan Open Taekwondo Championship 2018 Se-Jawa Tengah;
  14. Lina Ludfi Triana, Siswa SMP Negeri I Brangsong, Juara I POPDA Atletik (Lempar Lembing) Tahun 2017;
  15. Adrian Firmansyah, Siswa SMP Negeri I Brangsong Juara I Popda Taekwondo Tahun 2017;
  16. Riki Adi Saputra, Siswa SMP Negeri I Kaliwungu, Juara I Popda SMP Cabang Gulat Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  17. Muhamad Fallih Mahardika, Siswa SMP Negeri 1 Cepiring, Juara I Liga Bulu Tangkis Jawa-Bali Tahun 2018;
  18. SupriyadiKelompok KB Pria MantapWarga Desa Gebangan Pageruyung, Juara I Lomba Kelompok KB Pria Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  19. Syasa Naila Qonita, Siswa SD I Kebongembong Pageruyung, Juara II Karate Popda 2017;
  20. Farchan Ali Y, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara II Bulutangkis Tingkat Jawa Tengah Tahun 2017;
  21. PIK Remaja Samitra Arsa, Siswa SMA Negeri 2 Kendal, Juara II Lomba PIK Remaja Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  22. Ardila Rahmawati, Siswa SMP Negeri I Brangsong Juara II Popda Taekwondo Tahun 2017;
  23. Meina Tri Kurniasih, Agus Tia Ningsih dan Risma Alfianti, Siswa MAN Kendal, Juara II Lomba MTQ Umum Ke XXVII Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2017;
  24. Binanti Dian Kurniasari,S.Sos dan R.Indah Ristiana D,S.Psi, PLKB Kecamatan Pageruyung, Juara II Rice Cooking Competition (Makanan/Kudapan Dari Beras) Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2017;
  25. Triyas Adi Wicaksana, Siswa SD Negeri 2 SarirejoKecamatan Kaliwungu, Juara III Kejuaran Popda Tenis Meja Tingkat Jawa Tengah 2018;
  26. Nasywa Qothunnada, Siswa SD Negeri 2 Kutoharjo Kaliwungu, Juara III Vokal Rebana Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  27. M.Isnul Marom, Siswa SD I Kebongembong Pageruyung, Juara III Lari 60 M Popda;
  28. Nofa Febriana Ramadhan, Siswa SMP Negeri I Brangsong, Juara III Kejurda Gulat Kadet dan Remaja Tingkat Propinsi Tahun 2018;
  29. M. Mirza Lutfurruhman, Siswa SMP Negeri I Brangsong, Juara III Popda Karate Tahun 2017;
  30. Alfina Damayanti, Siswa SMP Negeri I Brangsong Juara III Popda Karate Tahun 2017;
  31. Sabrina Salsabila, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Juara III Modelling Tingkat Jawa Tengah-DIY Tahun 2017;
  32. Dito Rizki Pramudya, Siswa SMP Negeri 1 Boja, Juara III Popda Tingkat Jawa Tengah Tahun 2018;
  33. Akhmad Bariq Taqiyyudin, Siswa SD Negeri 3 Cepiring, Juara I Bulutangkis Tunggal Dini Putra Utama Se-Kota Semarang Tahun 2017;
  34. Nafa Annaila Rachma, Siswa SDNegeri Ngasinan, Juara II Voly Putri Tingkat Karesidenan Semarang;
  35. Dr. Sulasih, Kepala Puskesmas Pageruyung, Dokter Teladan Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2018;
  36. Suryo SM, Warga Desa Korowelanganyar Cepiring, Juara III Lomba Motivator KB Pria Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  37. Wuryanti dan Komsatun, Tokoh Masyarakat Kecamatan SingorojoJuara III Tokoh Lomba Bina Keluarga Lansia Tingkat Propinsi
  38. BKL Sekar MelatiWarga Dusun Patukan Ngareanak Singorojo, Juara III Lomba BKL Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  39. Kurnia Fajarwati; Eri Fathur Rohim HS; Ilham Ridho Afrizal, dan Wahyu Dian Susanto, Siswa SMK Bina Utama Kendal, Juara Favorit Lomba Krenova Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2018;
  40. Mayang Nydia Nariswari; Tsabitah Dea Azzahra, dan Khairul Amin, Siswa SMA Negeri I Boja, Juara Favorit Lomba Krenova Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2017;
  41. M Arif Rohman Hakim dan Muhammad Kridaanto, Juara Favorit Lomba Krenova Tingkat Jawa Tengah Tahun 2018;
  42. Niken Putri, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Penampilan Terbaik Modelling Tingkat Jawa Tengah-DIY Tahun 2017;
  43. Thalitha Azzahra, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Penampilan Terbaik Modelling Tingkat Jawa Tengah-DIY Tahun 2017;
  44. Khansa Aribah, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Fotogenik Modelling Tingkat Jawa Tengah-DIY Tahun 2017;
  45. Desmonda Azarine, Siswa SMP Negeri 2 Kendal, Peringkat Citra Budaya Modelling Tingkat Jawa Tengah-DIY Tahun 2018;
  46. LPPL Radio Swara Kendal, Nominasi 3 (Tiga) Besar Penyelenggara LPPL Radio Tingkat Propinsi Jawa Tengah;
  47. Agus Budiantoro, KSP Mitra Artha Modern Kecamatan Sukorejo, Juara III Lomba Business Plan Tingkat Provinsi Jawa Tengah



Dilanjutkan Bupati, rapat paripurna tersebut menjadi sangat istimewa ketika seluruh jajaran stakeholder yang ada di Kendal, baik pemerintah, swasta, serta seluruh elemen masyarakat yang ada mampu melakukan refleksi, betapa setiap waktu yang telah kita lewati dengan penuh perjuangan demi perwujudan cita-cita bersama untuk mencapai kehidupan dan masa depan Kabupaten Kendal yang lebih baik lagi. Harapan bersama hasil refleksi saat ini membawa semangat perubahan dan pembenahan bagi Kabupaten Kendal, dengan tetap menjaga suasana yang kondusif, karena dalam suasana yang aman, tenteram dan damai, kita dapat melaksanakan tahapan pembangunan dengan aman, lancar dan sukses.

Rentang sejarah 413 tahun, para tokoh pemimpin dan pejuang Kendal telah berkarya silih berganti. Setiap pemerintahan yang berbakti kala itu telah bekerja keras dan bertekad membangun daerah ini ke arah yang lebih baik, demi mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat dan Pemkab Kendal patut berbangga terhadap mereka, kita berikan penghargaan yang tulus atas jasa dan pengabdian para tokoh-tokoh yang berjuang demi pembangunan Kabupaten Kendal.

"Harapan kita bersama, kiranya pengabdian dan hasil karya berharga para tokoh pemimpin dan pejuang Kendal dahulu yang diberikan kepada daerah ini untuk menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi kita sebagai generasi penerus untuk meneruskan dan mewujudkan cita-cita luhur pendiri Kabupaten Kendal," jelasnya.

"Besok hari Sabtu Wage tanggal 28 Juli 2018 sangat penting sekali bagi Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kendal, secara serentak bersama-sama kita akan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal yang ke-413. Tahun ini Kendal telah berusia 413 tahun, sejak didirikan oleh Tumenggung Bahurekso sebagai Bupati Kendal yang pertama," lanjut Bupati.

Terkait Peringatan Hari jadi Kabupaten Kendal yang ke 413, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kendal, Bupati Mirna mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Kendal untuk bersama-sama menorehkan tintakarya nyata dalam lembaran sejarah perjalanan pemerintahan Kabupaten Kendal. Mari bersama-sama satukan tekad untuk berbuat perubahan dalam mewujudkan Kendal Smart City menuju Kendal Bermartabat Permata Pantura. ( Kominfo / heDJ )




Link: https://www.kendalkab.go.id/berita/id/20180727001/sidang_paripurna_hut_kendal_413_bupati_sampaikan_sederet_warga_berprestasi




Jumat, 16 Desember 2016

Aku dan Buku

Demi memenuhi syarat dari bang Bima Dwihastomo  dan demi mendapat sepaket buku-buku berkualitas. Tulisan ini saya dedikasikan untuk segenap para pencari pelita, para pegiat kesunyian yang tenggelam dalam abjad yang berpasangan, para pembaca buku yang mencari ilmu, wawasan, kebenaran, bahkan yang hanya untuk mengisi waktu luang.

Ada sebuah ungkapan umum bahwa "Buku adalah jendela dunia". Sementara salah seorang proklamator bangsa ini mengatakan ''Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas''. Dua buah ungkapan yang memunculkan tanda tanya, sehebat apakah buku? Atau itu hanya sekedar ungkapan berlebihan yang menyanjung suatu hobi yang lantas dipersepsikan menjadi kebenaran umum?

Ada sebuah kisah dimana saya pertama kali mengenal dan secara sadar sedang membaca buku saat kelas 3 (tiga) SMP. Jadi bisa dibayangkan selama kurang lebih delapan tahun berkecimpung menjadi murid/siswa, saya baru merasakan keadaan sadar sedang membaca buku adalah saat tahun ke-9 sebagai murid di bangku akademik. Inipun berkat pengalaman dengan seorang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang sudi menyadarkan saya dari era kegelapan menuju era pencerahan. 😂

Guru saya yang satu ini memang unik. Saat guru-guru yang lain mengendarai motor, beliau tetap konsisten menggunakan sepeda "unta" miliknya untuk sampai ke sekolah. Hal lain yang saya kagum dari beliau adalah bahwa beliau benar-benar menyenangi profesinya, sebagai guru mapel Bahasa Indonesia beliau rajin membaca dan menulis. Setiap selesai mengajar beliau akan dengan senang hati menuju ruang perpustakaan dan menikmati bacaan-bacaan yang dipilih entah itu koran, majalah, ataupun buku. Oh ya sekadar memberitahu pada saat itu belum ada pustakawan di sekolah kami, dari empat guru Bahasa Indonesia yang ada, hanya satu guru yang rela punya meja kerja di ruang perpustakaan bukan di kantor guru, dan itu beliau.

Awalnya kekaguman saya dengan beliau memang karena beliau sering menulis dan tulisannya banyak bertebaran dalam koran-koran lokal maupun nasional. Dari hobi ini tambahan gaji pun didapat. Beliau bilang, dengan cara ini saya tak perlu meminta uang fotokopi pengganti kertas untuk Ulangan Harian dari murid yang diajar (hal ini seringkali dilakukan oleh guru-guru lain, walau ini sah-sah saja karena mengganti biaya fotokopi lembar soal ulangan harian). Beliau juga orang yang sangat tepat waktu, boleh dibilang kedisiplinannya luar biasa. Majalah dinding di sekolahan kami menjadi saksi betapa beliau begitu aktif menulis, karena setiap minggu akan ada artikel dari hasil tulisan beliau yang termuat di koran.

Saya penasaran kok guru saya yang satu ini kuat sekali kalau jam istirahat malah baca buku, saat tidak ada jam mengajar juga digunakan untuk membaca buku. Sangat jarang bisa menemui sosok seperti ini pada waktu itu. Beliau pula yang mengenalkan murid-muridnya untuk masuk ke perpustakaan dan berkenalan dengan berbagai jenis buku yang ada. Sebenarnya beliau bukan tipikal yang suka memaksa kepada murid-muridnya, beliau hanya ingin mengakrabkan kami dengan dunia buku, dunia aksara lewat tugas pelajaran yang memang mengharuskan kami bertemu dengan buku dan koran.

Beliau pula yang menjadi redaktur untuk sebuah majalah di sekolah kami, walaupun majalahnya terbit setiap empat bulan sekali. Dari pengalaman inilah, saya mulai tertarik dengan dunia aksara, dunia membaca dan menulis, dunia sunyi yang menjadi tempat penjelajahan yang sebenarnya begitu ramai pengetahuan di dalamnya. Oh ya nama pak guru saya ini Pak Jaja Mardjana.

Sejak pengalaman saat SMP itu, mulai timbul hobi untuk bisa meneladani kebiasaan beliau, kalau ungkapanku dulu "kuat baca dalam durasi lama" dan menulis karya. Walaupun waktu SMA, hobi yang tumbuh ini malah sempat layu, baru ketika saat kuliah hobiku mulai kutumbuhkan lagi.

Membaca menjadi sebuah tradisi yang mengasyikkan saat ini, apalagi saat membaca karya-karya agung dari tokoh-tokoh perjalanan zaman. Saat inipun ketika sedang mengerjakan skripsi, kebiasaan membaca buku non bidang studi tetap kulakukan. Minat pada topik seputar filsafat, sosial, politik, ekonomi, dan genre lain yang cenderung bertipe non fiksi memang menjadikanku agak aneh. Hal ini karena dengan latar belakang sebagai mahasiswa yang mengambil studi di Fakultas Sains agak cenderung dianggap menyimpang dari bidang yang kugeluti. Walaupun bagiku dunia itu kompleks, demikian pula dengan manusia. Membaca berbagai topik buku akan menjadikan wawasan dan pandangan kita lebih komprehensif dan integratif. Sebuah upaya melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang dengan menggunakan kacamata individu yang beragam.

Sempat pula beberapa karyaku nongkrong di kolom opini koran lokal maupun nasional, ada pula yang menjadi gathok-gathok (pelengkap) di beberapa buku antologi. Tentu ada rasa bangga dan keinginan meningkatkan kemampuan menulis agar karya dan gagasan yang lebih bermutu dan lebih baik dapat disebar secara luas. Aktivitasku dulu saat menjadi aktivis di kampus memang cukup membantu untuk mengaktualisasikan diri dari bacaan yang kubaca lalu diubah menjadi kata-kata dalam berbagai forum diskusi. Buku telah banyak memberi wawasan yang begitu indah. Kalau bung Hatta pernah berkata "rela di penjara asal bersama buku", maka kemungkinan saya pun sedang mengalami mabok cinta kepada buku. Apalagi jika bukunya cocok sesuai selera. Dan ini cinta yang abadi, tak terbatas oleh waktu. 😳

Nah, mungkin itu sedikit curhat singkat seputar duniaku bersama buku, belum selesai memang, karena perjalanan kami masih panjang. Saya yang masih mahasiswa ini ingin melahap buku-buku berkualitas yang masih berserakan di bumi ini. Mencari secercah kejernihan, kebaikan, cahaya ilmu, dan berbagai informasi dari abjad-abjad yang terpatri. Dan sangat mungkin kelak akan saya lahirkan karya buku-buku yang semoga dapat menjadi sedikit memperkuat sinar majunya pengetahuan manusia atau minimal berjalanannya manusia dalam sebuah upaya nasehat-menasehati dalam kebaikan. Bukankah membaca buku membutuhkan kesabaran? Lalu saat mulai masuk ke dalam dunia sebuah buku, menemukan perasaan yang cocok maka waktu seakan bisa kita biarkan terus berjalan, tapi kita akan dengan ikhlas menghabiskan waktu bersama buku. Terakhir, saya ingin tutup bahwa membaca karya om Sartre, Russel, Marcos, dan Pramoedya tentu akan menambah gizi dalam pembendaharaan pengetahuan dalam otak saya yang mulai terguncang oleh Tugas Akhir Kuliah yang tak kunjung selesai. 😭 #kode

Semoga bang Bima Dwihastomo dan teman-teman beliau yang menjadi penilai dapat sedikit melirik tulisan iseng yang berisi curhatan ini. Terima kasih. Wish me luck. 😁 Salam Kompak!

Selasa, 07 Juni 2016

Konsep Diri, Melejitkan Prestasi

Cover Buku "The Power of Believe"
Konsep Diri, Melejitkan Prestasi
oleh: Muhammad Kridaanto*)

“Manusia yang paling luas pengetahuannya adalah orang yang telah mengenal dirinya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tujuan hidup adalah untuk mengenal hakikat diri, begitulah ungkapan dari Imam Ghazali dalam kitab yang berjudul Kimiya'us Sa’adah (Kimia Kebahagiaan). Sebuah kalimat yang menguatkan hadits Nabi mengenai pentingnya mengenal diri atau hakikat diri.
Mengenal diri menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengetahui hakikat, konsep ataupun identitas diri. Ibarat sebuah produk, dengan mengetahui definisi akan semakin lengkap jika seorang user juga memiliki banyak deskripsi mengenai produk, mulai dari seluk-beluk, sisi positif-negatif, sampai kegunaannya.
Allah telah menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi (dalam Al Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30) dengan tugas untuk memakmurkan dan memelihara bumi dengan sebaik-baiknya, selain itu juga untuk tunduk dan menyembah kepada Allah SWT.
Dalam tugas tersebut, manusia sudah diberikan perlengkapan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain berupa “hati” dan “akal”. Dari kedua perlengkapan ini, manusia dapat mengenal dirinya, sehingga tidak melupakan tugas dan kodratnya sebagai manusia. Untuk mengetahui siapa dirinya, manusia dapat merenung (muhasabah) dan introspeksi . Dengan jalan tersebut, kualitas kemanusiaan yang dimilikinya akan meningkat sebagai upaya memahami alam semesta dan mengenal Sang Pencipta. Dan, dalam diri manusia yang tahu dirinya akan memperoleh kecermelangan hati.
Fitrah manusia untuk maju dan berkembang dapat diperoleh melalui upaya memaksimalkan potensi dalam dirinya. Apalagi manusia senantiasa memiliki keinginan agar eksistensi dirinya dikenal. Di sinilah manusia manusia dituntut berkontemplasi, berpikir, dan mencari tahu dirinya. Setelah mengetahui potensi diri melalui pengenalan diri, manusia dapat menganalisis lingkungan sekitarnya, tempat dimana dia berada untuk meneruskan sebuah proses bernama pengabdian dan tindakan.

Manusia sebagai Zoon Politicon
Aristoteles menyebut manusia sebagai zoon politicon yang artinya manusia sebagai makhluk sosial. Sebuah istilah yang menerangkan bahwa manusia akan selalu berhubungan dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Kemampuan berinteraksi dan beradaptasi akan menentukan arah kemana dirinya dan lingkungannya. Sehingga dari sini akan muncul pertanyaan, apa yang bisa dilakukan oleh dirinya dengan melihat hakikat diri dan posisi dimana manusia berada?
Dari sinilah manusia mencari fitrah sejatinya. Melalui fitrah sejati ini yang selanjutnya akan menghantarkan manusia untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya.
Misalkan saja kemampuan seseorang di bidang kepenulisan, akademik, keolahragaan atau seni yang dapat dikembangkan ketika seseorang terus melakukan interpretasi atas dirinya. Kemampuan atau bakat yang dimilikinya diolah untuk kebermanfaatan diri dan lingkungannya.
Dari sini manusia dapat menuju tingkatan sebagai insan kamil yang memahami diri dan senantiasa mengingat Allah. Manusia yang melupakan Tuhan tidak akan mungkin menjadi manusia yang utuh. Hal ini disebabkan kefitrahan diri yang dilawan atau berusaha dihilangkan dari dalam dirinya.
Maka menjadi pengingat kita untuk senantiasa mencari hakikat diri, meningkatkan potensi diri, dan melakukan pengabdian secara optimal. Bukankah akan terasa hambar jika potensi kita hanya untuk kepentingan pribadi tanpa dibagikan kepada orang lain.
Mari terus berbenah dan melejitkan potensi dengan jalan mengenal diri, memfungsikan suara hati dan berbagi untuk hidup dan kehidupan.
*) Salah satu tulisan yang lolos dalam lomba  #BerguruPadaHadits dan masuk dalam antologi buku berjudul The Power of Believe Penerbit DIVA Press

Sabtu, 17 Oktober 2015

Sekilas tentang Buku “Memandang Indonesiaku”

Judul: Memandang Indonesiaku
Penulis: Aris Pradana, dkk
Editor: Mohammad Rohmaneo dan Aris Pradana
Penerbit: ITS Press, Surabaya
Tahun Terbit: 2015
Tebal Buku: 209 halaman

Membicarakan Indonesia dengan segala pernak-pernik yang melingkupinya memang tak akan ada habisnya. Mulai dari sekedar ujaran nyinyir lewat media sosial sampai pada tulisan akademik berbasis penelitian dan kajian mendalam mengenai berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi saya menyakini dengan mengungkapkan keresahan adalah sebuah bentuk kepedulian dari seorang individu terhadap apa yang menimpa kondisi bangsanya. Memberi umpan balik atas isu-isu yang bergulir yang tentu saja  membutuhkan dan merelakan waktu dan pikiran untuk menelitinya.
Kumpulan esai “Memandang Indonesiaku” ini menjadi salah satu karya yang dibuat dengan nuansa kepedulian atas kondisi Indonesia. Buku yang terdiri atas empat bagian yang dihadirkan oleh para penulis untuk memotret Indonesia dari berbagai sisi. Keoptimisan yang dituangkan dalam esai-esai tak lantas melunturkan daya kritis penulis yang merupakan pemuda-pemuda berpendidikan tinggi. Tidak banyak memang karya yang menampilkan sisi-sisi positif dari kondisi bangsa. Sehingga karya ini menjadi karya yang cukup unik untuk dinikmati.
Sebagai buku yang bergenre nonfiksi (ilmiah populer) memang membantu kita untuk lebih mengecek kebenaran data yang disampaikan dalam setiap esai yang dihadirkan. Walaupun ada beberapa sumber kutipan yang terkadang kurang ditulis secara lengkap. 
Esai yang berjudul “Bangga-Ibu Saya Indonesia” dan “Budaya dan Sejarah: Unsur Penting Penumbuhan Wawasan Kebangsaan Generasi Muda Indonesia” menjadi tulisan terpilih yang menurut saya memiliki nilai lebih dibanding tulisan yang lain, baik dilihat dari segi data maupun perspektif yang disampaikan dalam kedua tulisan tersebut.
Beberapa kesalahan ketik memang cukup mengganggu dalam proses menikmati buku ini dan kurangnya kajian/analisis yang mendalam mengakibatkan tulisan yang ditulis beberapa tahun lalu dan ditampilkan di era sekarang menjadi kurang relevan bahkan bertolak belakang.
Tetapi tekad yang kuat dari para pemuda ini untuk ikut serta dalam berkontribusi membangun paradigma positif terhadap negeri patut diacungi jempol. Sebuah niat suci nan tulus untuk memberi yang terbaik bagi negeri.
Dan di antara ribuan mahasiswa dan kaum berpendidikan yang semakin terjangkiti oleh virus apatisme, akan tertampar membaca buku yang menjadi salah satu pelita dalam keteladanan meredam ego diri. Terakhir, saya sampaikan selamat kepada pada penulis atas terbitnya buku ini, semoga menjadi awal dari lahirnya karya-karya yang lebih baik di waktu mendatang, membangkitkan semangat anak muda, dan menjadi contoh bagaimana anak muda yang kreatif dan peduli menggunakan energi masa muda dengan baik.